Sabtu, 06 Juni 2020

Laporan Kewirausahaan                                                                             Medan,    Juni 2020

USAHA SRC(Sempoerna Retail Community) TUTI

 

Dosen Penanggung Jawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:

Juliana

191201123

Kelompok 4

HUT 2C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan “USAHA SRC (Sempoerna Retail Community)  TUTI” dengan baik dan tepat pada waktunya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah kewirausahaan Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. yang telah bersedia menuangkan ilmunya untuk menjadi inspirasi dalam penyelesaian laporan ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada para kakak/abang asisten yang telah membantu dalam proses penyelesaian laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca untuk kesempurnaan laporan dimasa yang akan datang.

 

 

Medan,    Juni 2020

 

 

Penulis

 

                                                                 DAFTAR ISI

                                                                            Halaman

KATA PENGANTAR.................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang.............................................................................. 1

            1.2Tujuan............................................................................................ 2

BAB II. ISI

            2.1Profil Usaha....................................................................................3

            2.2Kiat-Kiat Sukses.............................................................................3

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN

            3.1Kesimpulan.................................................................................... 5

            3.2Saran............................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar Belakang

            Dunia industri yang berkembang dengan pesat membuat para pengusaha menciptakan ide-ide yang cemerlang demi mendapatkan rezeki. Seperti halnya industri perdagangan yang sedang marak di Indonesia yaitu minimarket. Hampir di setiap sudut kota maupun desa ada minimarket yang dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri atau seorang pengusaha besar. Indomaret dan Alfamart merupakan salah satu perusahaan waralaba swalayan yang menyajikan bahan-bahan pokok dijual untuk keperluan seharihari. Alfamart merupakan minimarket milik perusahaan PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Alfamart merupakan perusahaan dagang aneka produk yang dipimpin oleh Djoko Susanto sekeluarga dan pertama beroperasi di Karawaci Tangerang Banten yang didirikan pada 27 Juni 1999. Sahamnya semula dipegang oleh PT. Alfa Mitramart Utama (AMU) yang kemudian dipindah tangankan ke PT. Sumber Alfaria Trijaya pada tanggal 15 Januari 2009. Tahun 2010 sejumlah penghargaan diraih oleh Alfamart seperti Top Brand Award dan Indonesia Best Brand Ward 2009. Hal ini mencerminkan bahwa kinerja dalam marketnya memuaskan pelanggan.

Hal ini terbukti dengan jumlah toko dari tahun 2008 yang memiliki 2.157 meningkat menjadi 3.000 toko pada tahun 2009 dan setelah tahun 2010 memiliki lebih dari 4.000 gerai toko. Peningkatan ini mencerminkan bahwa toko Alfamart diterima oleh masyarakat. Seperti halnya Alfamart maka Indomaret pun tidak ingin kalah bersaing, di mana Indomaret juga mengembangkan gerai tokonya. Dari tahun 2008 sejumlah 650 toko kemudian tahun 2009 menjadi 3.134 toko. Bahkan di tahun 2010 ini sudah ada lebih dari 4000 gerai toko dibuka. Persaingan antar kedua minimarket tersebut sangat tajam. Hal ini dapat dilihat dari persaingan pembukaan gerai toko. Bahkan kedua minimarket tersebut selalu berdampingan dalam membuka toko. Ada persaingan penjualan di antara keduanya namun seakan-akan tidak peduli adanya persaingan. Persaingan yang terjadi ada dalam pembentukan harga, promosi, diskon, penataan tempat, pemberian kartu smart multifungsi bahkan sampai pelayanan. Semua itu pada dasarnya adalah demi tujuan ekonomi dan sosial. Tujuan ekonominya adalah untuk mencari keuntungan dan tujuan sosialnya adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Dari latar belakang tersebut dapat kita diketahui bahwa persaingan yang terjadi di kedua minimarket tersebut tidak memerdulikan toko-toko di sekitar minimarket yang ada seperti toko kelontong. Dari hasil wawancara sementara peneliti dapat disimpulkan bahwa ada kurang lebih 5-10 pelanggan toko kelontong yang lari ke Indomaret dan Alfamart untuk berbelanja. Padalah dilihat dari harga dan kualitas barang nilainya sama. Demikian pula dilihat dari letak lokasi antara toko kelontong dan kedua minimarket tersebut justru lebih dekat toko kelontong ke pembeli. Menurunnya jumlah pelanggan di toko kelontong dapat mengakibatkan matinya usaha kecil masyarakat. Namun, di sisi lain, pemilik toko kelontong seharusnya belajar atas munculnya kedua mini market tersebut. Hal ini perlu dilakukan supaya toko-toko kelontong milik masyarakat tidak mati pertumbuhannya karena hal ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

 Sebagai civitas akademik kita harus mencari solusi untuk masyarakat agar kesejahteraannya meningkat, sehingga tujuan akhir penelitian ini adalah langkah apa yang harus diambil para toko kelontong agar mampu bersaing dengan minimart yang semakin menjamur. Segi-segi apa dan strategi apa yang harus ditingkatkan oleh para penjual toko kelontong. Dari hasil survey sementara peneliti diketahui bahwa sebagian besar toko kelontong memiliki tempat strategis, yaitu di pinggir jalan. Namun dalam penentuan harga jauh lebih mahal dibandingkan Indomaret/Alfamart. Penataan produknya kurang rapi dan dari segi kenyamanan tempat pun kurang bersih dan kurang terawat. Ada strategi yang dipakai oleh mini market Indomaret/Alfamart tersebut yaitu strategi pemasaran dan strategi penjualan.

Dalam ekonomi istilah tersebut dapat diprediksi dengan melihat sisi konsumen dan produksi. Kepuasan konsumen/pelanggan (customer satisfaction) dan mempertahankan loyalitas pelanggan (customer loyality) merupakan salah satu metode yang digunakan oleh kedua mini market tersebut. Customer Satisfaction (CS) merupakan analisis tingkat kepuasan pelanggan yang senang pada suatu produk. CS diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan dengan memerhatikan tingkat kepentingan dari atribut-atribut produk atau jasa. Menjamurnya usaha ritel sekarang ini mengakibatkan toko kelontong terpuruk dalam pendapatan. Sebagai praktisi akademik maka wajib bagi kita mencarikan solusi agar ekonomi masyarakat dapat bertahan dan meningkat dalam masyarakat sehingga kesejahteraan dapat tercapai. Usaha  Kecil  dan  Menengah  (UKM) mempunyai  peran  yang  strategis  dalam pembangunan ekonomi nasional.

1.2 Tujuan 

            Untuk memberikan informasi keuangan Usaha Kecil dan Menengah, dan juga  tentang kontribusi pendapatan usaha warung kelontong. Dan agar para pembaca bisa belajar dari usaha dari narasumber yang saya wawancarai.


                                                                    BAB II

                                                                       ISI

 

2.1 Profil Usaha

Berdasarkan wawancara yang saya lakukan dengan pemilik usaha SRC TUTI, yaitu ibu Tuty Riana, S.E. yang berada didaerah Namorambe,Deli Tua, Sumatera Utara. Ibu Tuty. Ibu Tuty memulai usahanya pada tahun 2013, hingga sekarang, walaupun ibu Tuti seorang sarjana ekonomi bukan berarti beliau ingin bekerja di sebuah kantor atau perusahaan, beliau berkata bahwa beliau tidak suka bekerja dibawah perintah orang lain, selain tidak bisa bebas beliau bilang dia juga tidak akan bisa mengembangkan kreatifitas usahanya untuk dirinya sendiri. Beliau juga mengatakan bahwa dengan membuka usaha sendiri kreatifitasnya dapat berkembang dan dia senang bekerja sendiri karena pada dasarnya ibu Tuty ini adalah orang yang mandiri, apalagi beliau hanya tinggal sendiri, karna tidak memiliki saudara, orangtua yang sudah meninggal dunia, dan beliau yang belum berkeluarga hingga sekarang, membuat beliau berani untuk memcoba membuka usahanya sendiri.

Ibu Tuty mengatakan modal awal yang beliau gunakan hanya sebesar   Rp2 juta, dan hal itu sukses membuat saya terkejut, mengingat kebanyakan usahawan-usahawan yang lainnya menggunakan modal yang lebih besar, dan ketika saya wawancarai lebih dalam, Ibu Tuty ini memiliki cara yang lumayan berbeda dari usahawan-usahawan yang pernah saya temui, karna beliau menggunakan modal yang kecil, tetapi usaha beliau terbilang cukup sukses sampai sekarang menurut saya, beliau mengatakan ketika memulai suatu usaha tidaklah harus selalu menggunakan modal yang besar, karena dengan modal yang tidak begitu besar diawal usaha, menjadikan masalah atau kendala yang dihadapi kedepannya relatif kecil dalam menjalankan suatu usaha.

Penjualan atau barang yang keluar sekitar Rp1,5 juta- Rp2 juta/hari, tetapi itu adalah penjulan atau barang keluar, sementara keuntungannya belum dihitung dari barang yang keluar, jika dihitung ibu Tuty mendapat keuntungan sebesar Rp75.000/harinya dan Rp4,7 juta/bulannya, itulah keuntungan dari semua barang yang terjual dalam 1 hari. Keuntungan yang tidak begitu besar dikarenakan beliau tidak mengambil keuntungan yang terlalu besar agar dapat menghindari kerugian yang besar juga, beliau mengambil keuntungan tidak sampai 5% dari harga barang asli yang beliau beli dari toko besar.

           

2.2 Kiat-Kiat Sukses

 Beliau mengatakan manajemen itu adalah bakat, maka dari itu manajemen tidakalah harus sulit dijabarkan dalam suatu data atau tulisan, tetapi manajemen tersebut sudah harus tergambar diotak kita, agar semua bisa berjalan sesuai yang kita inginkan, dan berusahalah mengatur waktu sebaik mungkin agar hasil yang didapat juga memuaska. Ibu Tuty memang sengaja mengambil keuntungan kecil, asal semua barangnya laku terjual karena setiap tempat usaha memiliki hal yang membuat pelanggannya tertarik untuk berbelanja ditempat tersebut, maka dari itu belia menjual barang-barangnya dengan  harga relatif murah demi menarik minat pelanggan agar mau berbelanja di tokonya, terutama ibu-ibu rumah tangga yang sangat menyukai barang murah dengan kualitas barang yang baik.

Berikut adalah foto-foto dari toko Ibu Tuty:


     



BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

Kesimpulan

            Menjadi seorang wirausahawan haruslah memiliki bakat manajemen, setidaknya walau tidak memiliki bakat manajemen kita harus belajar banyak tentang manajemen usaha dan memiliki banyak persiapan, agar ketika kita memulai suatu usaha tidak mendapat masalah atau kendala bahkan kerugian yang besar dalam menjalankan sebuah usaha, banyaknya pengetahuan tentang manajemen usaha sangatlah penting untuk memulai dan mengembangkan suatu usaha. Kreatifitas juga sangat diputuhkan, sangat penting untuk membuat usaha kita berbeda dari usaha lainnya, terlihat berbeda dan unik bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan atau konsumen, dengan begitu usaha yang kita buat bisa memiliki peluang sukses yang lebih besar, dan sanggup untuk bersaing di dunia bisnis bersama dengan usahawan-usahawan lainnya.

 

Saran

            Sebaiknya kita yang memiliki bakat untuk berbisnis tidak menyia-nyiakan bakat kita, sudah seharusnya kita mengembangkan bakat kita tersebut. Dan apabila berminat memulai suatu usaha, sebaiknya kita banyak belajar dan membuat persiapan agar usaha kita bisa memiliki peluang sukses yang besar.


                                                                 DAFTAR PUSTAKA

Ahvie, Alvi F dan Deny D.2009.“Analisis Kepuasan Pelanggan (Customer

Satisfaction) Terhadap Layanan Hypermart Pekanbaru”, Jurnal Ekonomi,    Volume 17, Nomor 2

 

Anwar, Muhammad, H.M, 2014, Pengantar Kewirausahaan Teori dan Aplikasi, Jakarta: Kencana.

 

Dick, Alan S and Basu, “Customer Loyality: Toward An Integrated Conceptual

Framework”, Journal of the Academy of Marketing Science, Vol. 22.

 

Herujito, Yayat M., 2001, Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta: Grasindo

 

Hidayat A. 1991. Pekerjaan Sektor Informal (Dalam Kaitannya Dengan Perkotaan). Jakarta: Rineka Cipta.

 

Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan, Edisi keenam, PT. Raja Grafindo

            persada , Jakarta.

 

Syatibi. 2008 “Model Strategi Pengembangan Usaha Ritel Tradisional Ditengah Munculnya Usaha Minimarket Modern di Bandar Lampung”, Laporan Penelitian Dosen, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

 


2 komentar:

  1. Blog yang sangat menarik kiat-kiat berwirausaha nya sangat membantu sebagai motivasi dalam berwirausaha.

    BalasHapus
  2. Mantap kak, sangat bermanfaat

    BalasHapus

Laporan Kewirausahaan                                                                              Medan,     Juni 2020 USAHA SRC(Sempoern...